SEJARAH SMAN 1 GALIS

Identitas Sekolah

NPSN : 20527158
Status : Negeri
Bentuk Pendidikan : SMA
Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah
SK Pendirian Sekolah : 0887/o/1986
Tanggal SK Pendirian : 1986-12-22
SK Izin Operasional : 0887/o/1986
Tanggal SK Izin Operasional : 1986-12-22
Akreditasi : A

SMA NEGERI 1 GALIS PAMEKASAN on THE SPOT

                    SMA Negeri 1 Galis Pamekasan—disingkat SMAN SAGA—merupakan bagian dari perjalanan panjang Pendidikan Nasional. Selama kurun waktu 34 tahun, tidak kurang dari 3000 lulusannya telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, dengan berbagai profesi yang diembannya. SMA Negeri 1 Galis Pamekasan senantiasa berbenah dan berupaya memosisikan diri sebagai salah satu penyelenggara pendidikan menengah yang mampu merencanakan  pengembangan pendidikan yang bermutu, melakukan evaluasi diri untuk mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi, memiliki jiwa kewirausahaan , serta mengatur  seluruh aktivitasnya dalam suatu mekanisme organisasi yang sehat.

                    Sejarah SMANSAGA terpatri indah dan kokoh laksana jajaran pohon cemara yang ada di pagar sekolah. Komunitas pohon cemara tersebut merupakan cermin pengabdian dewan guru dan warga sekolah tempo dulu, saat harus mengawali keberadaan sekolah.  Lima pendekar pendidikan menapakkan kaki  ke SMA Negeri 1 Galis Pamekasan, guna mengawali karir sebagai CPNS sekaligus “babat alas” sekolah. Beliau adalah bapak Isjabani, S.Pd., bapak Budi Santoso, S.Pd., bapak Drs. Sutadi (alm), ibu R. Hamisura Salami, S.Pd. dan ibu R. Wahyu Dianingsih, M.Pd. Para pendekar pendidikan ini sempat merasakan pahit getirnya merintis dan mengelola sebuah sekolah  di kecamatan, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani, nelayan, petani garam. Bahkan suka duka berpindah lokasi sekolah juga pernah dirasakan. Tahun 1986 SMA Negeri 1 Galis Pamekasan berdiri dan berlokasi di SMA Negeri 2 Pamekasan.  Dua tahun kemudian (Tahun 1988), pindah ke Taman Dewasa  yang berlokasi di jalan Agus Salim Pamekasan. Seiring dengan pertambahan jumlah siswa, tahun 1990 meminjam MIN Konang sebagai tempat belajar tambahan. Jadi guru kelas XII mengajar di Taman Dewasa, sedangkan guru kelas X dan XI mengajarnya di MIN Konang.  Satu semester kemudian, SMANSAGA mendapat lahan untuk membangun sekolah sendiri. Saat sekolah telah memiliki bangunan sendiri, guru-guru dari berbagai daerah pun mulai berdatangan. Ada yang dari Malang, Blitar, Nganjuk, Surabaya, Jombang, Madiun, Kudus, Sumenep. Latar belakang pendidikannya juga beranekaragam: bahasa Arab, Otomotif, Matematika, Bahasa Indonesia dan sebagainya.

                    Dari perjalanan panjang SMANSAGA, memberi pelajaran berharga: seperti apapun kondisi siswa SMANSAGA, seluruh dewan guru, TU serta  Komite Sekolah bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didiknya. Bekal intrakuler teraplikasikan dengan kehidupan sehari-hari, bekal ekstrakuler untuk mengasah sisi humanisnya.

                     Seiring dengan perkembangan jaman, SMANSAGA juga telah banyak berbenah. Selain mempercantik lingkungan, tak lupa kemampuan pedagogik dan profesional dewan guru selalu di-up grade melalui pelatihan-pelatihan dan mengikuti berbagai kompetisi. Pemakaian sarana pembelajaran di laboratorium IPA (Kimia, Fisika dan Biologi) , laboratorium Komputer, lapangan olah raga serta kebun sekolah dioptimalkan. Nuansa agamis diterapkan melalui kegiatan membaca Juzamma, Yaasin, sholat berjamaah serta peringatan hari besar. Pembinaan siswa digalakkan, berbagai kompetisi akademik dan non akademik diikuti siswa SMANSAGA. Torehan prestasi siswa SMANSAGA patut diacungi jempol, antara lain meraih penghargaan di bidang ekonomi (Olimpiade Akuntansi tingkat Regional), seni (menari, hasta karya, baca puisi, teater), ilmu pengetahuan dan teknologi (Olimpiade Astronomi, robotika, Kelompok ilmiah Remaja), olah raga (futsal, voli, pencak silat, atletik) serta program-program Double Track yang bekerja sama dengan ITS dan pelaku usaha.

                    Mengutip quote bijak dari Ki Hadjar Dewantara dan Lenang Menggala  yang tercantum di atas, SMANSAGA berusaha menggunakan setiap jengkal tanah dan fasilitasnya sebagai labotaorium pembelajaran, sehingga cita-cita menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah, berilmu dan berdaya saing tinggi akan terwujud.